Tuesday, March 17, 2020

ABC Cerdaskan Bukittinggi (survey)


Bagi yang belum, bisa baca dulu part 1 tentang ABC Cerdaskan Indonesia

Dalam rangkaian kegiatan ABC Cerdaskan Indonesia Batch 2020, Bukittinggi terpilih sebagai salah satu kota sasaran dan akan menyasar ke 7 sekolah.

Awalnya, saya tidak bergabung dalam kegiatan ini. Sudah ada satu orang assesor yang terpilih yang sudah mendaftar, dan saya memang sama sekali tidak mengikuti pendaftarannya. Namun, karena ada beberapa kendala, akhirnya saya dihubungi oleh pihak Indonesia Mengajar untuk ikut serta membantu sebagai assesor sekolah. Mereka menghubungi saya karena mereka tahu kalau saya udah memiliki sedikit pengalaman berinteraksi dengan SD-SD di Bukittinggi ketika menjadi Panitia Lokal Kelas Inspirasi Bukittinggi selama 3 periode. Karena memang menyukai kegiatan seperti ini, akhirnya saya setuju untuk membantu.

Saya bergabungnya sudah di akhir waktu, dan tentu saja, lumayan kewalahan. Saya bergabung di waktu H-1minggu deadline pengumpulan data sekolah. Sedangkan pada waktu itu, pas banget udah liburan semester di SD-SD di Bukittinggi. Jadi, kalau di hitung, deadline pengumpulan data masih di masa liburan. Ga mungkin dong bisa memenuhi tenggat waktu. Akhirnya, panitia pusat memberikan tambahan waktu 1 minggu khusus untuk Bukittinggi. Alhamdulillah. Karena saya juga memiliki kegiatan lain, dan waktunya sangat-sangat terbatas, saya berinisiatif untuk mengajak 2 orang teman yang memang juga sudah memiliki pengalaman survey ke sekolah di waktu kita melaksanakan Kelas Inspirasi, jadinya, ketika saya ga bisa jalan, kegiatannya tidak terhenti, masih ada anggota tim lain yang akan melanjutkan pekerjaan. Jadilah kita mulai lagi petualangan keliling Kota Bukittinggi untuk survey sekolah. 

Walaupun sudah pernah melakukan survey untuk kegiatan Kelas Inspirasi, kami tidak bisa memilih sekolah-sekolah yang pernah dikunjungi oleh Kelas Inspirasi karena ada kriteria yang berbeda yang di butuhkan untuk ABC Cerdaskan Indonesia ini. Tipe sekolah yang diminta oleh kedua kegiatan tersebut, untuk beberapa aspeknya benar-benar bertolak belakang. Namun, itu juga menjadi tantangan tersendiri bagi kami karena ini juga menjadi pengalaman yang baru. Tentu saja langkah kami tidaklah mulus. Beberapa sekolah, memang dengan senang hati menyambut kegiatan ini, dan tidak sedikit yang menolak. Ada yang menolak dengan baik-baik dan memberikan alasan yang logis, ada juga yang....yah, begitulah ☺ Walaupun begitu, kami akhirnya berhasil mendapatkan 7 sekolah, sesuai dengan jumlah yang ditentukan, pas di hari terakhir pengumpulan data. Yeay! 

 Sudah mendapatkan jumlah sekolah yang sesuai, apakah kemudian kegiatan berlangsung dengan mulus? Oh, tentu tidak ☺

1 minggu setelah data dikumpulkan, saya dihubungi lagi sama panitia pusat. Mereka menyampaikan kalau ada kesalahan dari pihak pusat dalam menyusun tanggal jadwal pelaksanaan untuk Bukittinggi. Dan saya diminta untuk menyusun ulang jadwal yang sudah disepakati dengan sekolah. Bergeser 1 hari doang memang sebenarnya, tapi itu akan mempengaruhi jadwal di 2 sekolah. Setelah lobi panjang kali lebar kali tinggi sama dengan volume, Alhamdulillah, 2 sekolah tersebut bersedia untuk diganti jadwalnya.

H-1minggu kegiatan, kami diharuskan untuk datang lagi ke sekolah, semacam pengingat untuk sekolah tentang kegiatan yang akan diadakan minggu depannya, sekaligus menjelaskan lagi macam-macam kegiatan yang akan kita adakan di hari H. Sampai sini masih aman. Masih oke semua.

H-4 kegiatan, 2 orang dari Indonesia Mengajar selaku bagian dari panitia pusat, sampai di Bukittinggi, dan kita melakukan survey akhir . Di sini, muncul lagi 1 masalah. Ada 1 sekolah yang tiba-tiba ada kegiatan dari Dinas Pendidikan pas di hari di mana kegiatan akan dilaksanakan di sana. Terpaksa kita harus mutar otak lagi untuk mengubah jadwal lagi. Syukurnya, masalah ini dapat terselesaikan pada hari itu juga.

Lalu, kita tinggal menunggu hari kegiatan.

0 Comments:

Post a Comment